[Upi] Banda The Dark Forgotten Trail, Kejayaan dan Sisi Gelap pulau Banda
Review Films

[Upi] Banda The Dark Forgotten Trail, Kejayaan dan Sisi Gelap pulau Banda

Image: id.bookmyshow.com

Diputarnya lagu Indonesia Raya sebelum lampu dimatikan dan sebelum film dimulai. Sangat cocok untuk menyadarkan kawula muda bahwa negeri ini mempunyai bagian/sesuatu yang penting agar kita semakin mencintai negeri sendiri.

Menceritakan sejarah kota Banda secara dalam dan detail, dibawakan secara apik oleh Reza Rahadian sebagai narator dengan prolog yang sangat luar biasa. Diawal film kita akan disuguhi keindahan-keindahan dan pesona pulau Banda—siapa yang tahu—sebenarnya itu hanya opening dari sebuah dokumenter yang gelap dan pelik ini.

*Baca juga: [Upi] Dunkirk, Kembalinya Sang Sutradara Christopher Nolan

Setelah terjadinya peristiwa perang salib bangsa Eropa yang saling sikut untuk menguasai perekonomian dunia (bukan piala dunia ya). Mereka berlomba lomba melakukan ekspedisi ke berbagai penjuru dunia dan pada akhirnya mereka menemukan sebuah pulau kecil di kepulauan Maluku yang bernama Banda. Walaupun kecil, tapi pulau itu sangat kaya akan rempah-rempah. Sampai sebagian negara Eropa rela mati-matian untuk memperebutkan pulau kecil Itu. Demi rempah-rempah atau sesuatu yang lain.

Banda seolah punya aura tersendiri yang menjadi daya tarik bagi bangsa-bangsa Eropa, yang pada akhirnya Belanda menjadi kampiun dan menjadi penguasa. Menjadi titik awal yang kelam bagi Banda.

Film Banda ini membawa kita seolah-olah hidup pada zaman tersebut, zaman dimana sebuah pala lebih berharga daripada emas dan menjadi saksi akan sejarah—kejadian demi kejadian—penting di pulau Banda. Menggambarkan kentalnya budaya Banda.

Jay Subiakto membuat film ini dengan sangat apik dengan gaya berbeda dari film dokumenter kebanyakan. Reza Rahadian sebagai narator sangat menjiwai dalam membawakan narasi yang akan membuat kita sebagai audiens terus fokus dan larut dengan apa yang dia bicarakan tentang sejarah Banda. Dalam versi internationalnya, ada Ario Bayu yang jadi Naratornya, Keren…

Narasumber-narasumber yang luarbiasa dalam membeberkan sejarah secara dalam. Rentetan animasi keren yang epik berhasil membuat cerita semakin hidup. Scoring!! beuhh dua jempol gua buat scoring nya. Tone-tone-nya yang dark, dan menyayat hati sangat pas dalam menggambarkan pelik dan kelam nya sejarah kota Banda (ketipu sama score trailer-nya yang berwarna dan asyik). Musiknya berhasil menjadi roh kedua di film ini setelah jalan ceritanya.

*Baca juga: ‘Bocah Neraka’, Hellboy Akan Dibuat Ulang Oleh Sutradara dan Aktor Berbeda

Banda The Dark Forgotten Trail ini adalah sebuah film dokumenter penting. Yang membahas semua sejarah pulau Banda secara detail. Dari sebagaimana awal kehidupan suku asli Banda, kolonialisme, betapa penting nya buah pala, Banda masa perjuangan kemerdekaan, konflik 98, dan kehidupan masyarakat banda di era modern ini yang akan membuat miris melihatnya.

Dari tidak tahu, akhirnya menjadi tahu. Hanya saja kita sebagai warga Indonesia sendiri itu gak mau tahu tentang sejarah dan betapa pentingnya kota Banda ini.

“kalau lu pengen tahu sejarah Banda gaperlu nyari nyari buku atau baca-baca buku yang tebel cukup nonton film ini semuanya dijelaskan secara detail. seperti.. kalau lu pengen tahu sejarah berdirinya negara arab saudi lu gaperlu nyari nyari buku atau browsing sana-sini cukup nonton film “Lawrence of Arabia” aja lu bakal di beberkan semua, apa dan siapa yang berperan dibalik berdirinya negara Arab saudi itu. begitulah film…”

Kontroversi…

Itulah film Banda the dark forgotten trail. sebuah dampak genosida Belanda di film ini, yang membuat masyarakat Banda tidak terima dan berujung pada unjuk rasa agar film ini ditarik dari peredaran. (inilah faktor yang membuat gua langsung tancap gas nonton film Banda, yang sebelumnya pas karena weekend dan seperti film Act of killing yang juga sempet bikin heboh).

Film ini juga peredarannya terbatas di Tangerang, dari seluruh Tangerang hanya 2 bioskop saja yang menyajikan film ini (Dan alhamdulillah lokasi salah satu bioskop tersebut bisa terjangkau sama gua).

Banda The Dark Forgotten Trail juga menjadi film dokumenter yang berkesan yang gua tonton setelah March of the Penguin. Finally…, Banda The Dark Forgotten Trail ini recommended banget dan gak boleh lu lewatkan. Karena Banda merupakan film dokumenter yang berbeda.

*Baca juga: Mau Jadi Kritikus Film Dadakan di Situs kami? Ikuti Cara Ini.

My rate, 9.5/10 untuk Genre Dokumenter. Dan terus nantikan review-review film dari gua selanjutnya.

***

UPI WIRADINATA

Moviegoers, honorer eksentrik, pengen kuliah film di IKJ tapi gagal, karena faktor biaya makanya beralih menjadi kritikus film amatiran + pecinta kopi hitam.
Facebook

 

Facebook Comments
[Upi] Banda The Dark Forgotten Trail, Kejayaan dan Sisi Gelap pulau Banda
To Top

Subcribe KRITIKUS.id

Masukan alamat email kamu, apabila ingin mendapatkan berita film gratis dari kami. REFRESH untuk lanjut membaca