It Menurut Kritikus, Bahr: Naskah Agak Sedikit Berantakan
Review Films

It Menurut Kritikus, Bahr: Naskah Agak Sedikit Berantakan

Image: tabloidbintang.com

Film horor anyar berjudul It saat ini telah mengudara di bioskop-bioskop tanah air sejak Rabu (06/09/2017) silam. Film garapan Andres Muschietti ini menjadi salah satu film horor yang paling ditunggu-tunggu di tahun 2017.

Bahkan, setelah 24 jam perilisan trailer perdananya, It berhasil memperoleh 197 juta penayangan secara global. Hal itu juga sekaligus mematahkan rekor yang sebelumnya dipegang The Fate of the Furious dengan 139 juta penayangan.

Film yang diproduksi oleh New Line Cinema ini merupakan sebuah karya yang diangkat dari novel horor ciptaan Stephen King. It (2017) juga merupakan versi remake dari serial televisi berjudul It yang tayang tahun 1990 silam.

Cerita It Secara Garis Besar

Adapun secara garis besar, It menceritakan tentang kejadian-kejadian misterius yang menimpa sebuah kota kecil bernama Derry. Beberapa anak kecil di kota itu menghilang dan menyisakan jejak berdarah.

*Baca juga: [Kritikus] Berbeda, Itu yang Kutahu Tentang Batman era Bale

Namun, tujuh orang anak yang kerap dipanggil “The Loser Club” penasaran dengan kejadian-kejadian yang menimpa kota mereka. Hingga mereka memutuskan menyelidikinya, sampai bertemu dengan badut Pennywise yang adalah dalang atas hilangnya anak-anak di kota Derry.

Terlepas dari itu, meskipun kehadiran It di layar kaca membuat film horor lainnya tersaingi. Namun apakah kehadiran film yang dibintangi Bill Skarsgard ini disambut baik oleh kritikus dunia?

Film It Menurut Kritikus

Dilihat dari situs agregator RottenTomatoes dan MetaCritic, rupanya It pernah mendapatkan nilai 90 persen. Namun seiring berjalannya waktu, nilai tersebut kian hari kian menurun hingga tersisa 85 persen saja di RottenTomatoes dan 70 di MetaCritic.

Nilai seperti itu merupakan pencapaian yang baik untuk sebuah film horor, mengingat film sekelas Annabelle Creation saja hanya mampu mendapat nilai 67 persen saja. Dan hal itu juga sudah merupakan kesuksesan bagi Annabelle Creation.

Adapun untuk ulasan, di RottenTomatoes sendiri It memperoleh sebanyak 247 ulasan yang di antaranya 210 komentar positif dan sisanya, 37 memberikan komentar negatif untuk film ini.

*Baca juga: Annabelle Creation Kata Kritikus, Fausto Ponce: Jauh Dari Kualitas The Conjuring

Sedangkan di MetaCritic, menurut metascore It tercatat mendapatkan 48 ulasan; 37 untuk ulasan positif, 10 untuk ulasan imbang, dan 1 untuk ulasan negatif.

Komentar Positif Film It

Terlepas dari itu, konsensus kritikus RottenTomatoes menyimpulkan bahwa, It adalah film yang disajikan dengan bagus dan menakutkan, dengan kisah yang emosional, It melipatgandakan tingkat keseraman dari kisah klasik karya Stephen King, tanpa kehilangan sentuhannya sama sekali.

Selain itu, salah satu pengulas di MetaCritic, Peter Hartlaub dari San Francisco Gate turut memuji perbedaan film garapan Andres Muschietti ini ketimbang Novel King dan miniseri televisinya yang tayang pada 1990an.

“Penonton yang sinis akan berpendapat bahwa perbedaan ini ditujukan untuk keuntungan semata.” ujarnya.

Peter Hartlaub juga menambahkan bahwa film It sangat berbeda dari film-film serupa yang rilis 1,5 tahun terakhir sehingga film ini memang layak untuk disaksikan.

“Namun hasil akhirnya tetap luar biasa. Tak seperti beberapa film mainstream 1,5 tahun terakhir, It patut ditunggu dan sebanding dengan hype yang muncul,” tambah Hartlaub.

Tidak sampai disitu saja, Hartlaub juga turut memuji usaha sang sutradara, yang mampu menggabungkan film horor dengan kisah-kisah anak ABG.

Bersama dengan komentarnya itu, Peter Hartlaub juga tidak lupa memberikan nilai sempurna untuk film It, yakni 100.

Sama halnya seperti Hartlaub, Richard Roeper dari Chicago Sun Times juga memberikan nilai 100 untuk It.

“Film ini berani, intensif, dijahit dengan rapi, lucu tapi jahat, dan sangat menyeramkan, menjadikannya salah satu film horor paling mengesankan,” tulis Roeper, rekan mendiang kritikus film ternamaan Roger Ebert itu.

Roeper juga turut memuji sisi non-horor dari It. Terlebih kepada karakter anak-anak yang menjadi tokoh protagonis dalam film ini. Mereka merupakan anak-anak biasa dengan permasalahannya masing-masing, sehingga penonton bisa merasakan rasa empati kepada mereka dan mengerti mengapa tiap anak dekat satu sama lain.

Roeper juga menambahkan, meskipun tanpa elemen horor, film It masih menarik untuk disaksikan.

“Kisah non-horor, pengembangan hubungan antar karakter dalam film ini sangat kuat. It bisa jadi sebuah film yang menarik hanya dengan elemen-elemen ini,” ujar Roeper.

Komentar Negatif Film It

Namun tentu saja tidak semua kritikus beranggapan sama, misalnya Eric Henderson dari Slant, ia terus terang menuturkan bahwa It dibuat hanya untuk keperluan mencari uang dari sesuatu yang sedang tren.

It mencari uang dari retroisme yang sedang jadi tren, daripada menggunakan perspektif baru seperti melihat badut dari sisi berbeda.” Tulisnya.

alterntif text

Tidak habis sampai disitu, Eric Henderson juga turut mengomentari penampilan Bill Skarsgard sebagai Badut Pennywise yang dirasa kalah seram dengan penampilan Tim Curry, aktor pemeran Pennywise dalam miniseri It 1990.

“Ketika Curry muncul pertama kali di layar, wajahnya pertama berkesan luar biasa, lalu membuat tidak nyaman, dan pada akhirnya mengerikan. Sebaliknya, Skarsgard memulai dan mengakhiri perannya seperti persilangan peran Johnny Depp dan Helena Bonham Carter dalam Alice in Wonderland,” Imbuhnya Henderson dengan pedas.

Selain mengomentari sang bintang, ada pula kritikus yang menyalahkah naskah cerita yang ditulis oleh Chase Palmer, Gary Dauberman, dan Cary Fukunaga itu.

Lindsey Bahr dari Associated Press mengatakan bahwa naskah yang ditulis oleh tiga orang tersebut agak sedikit berantakan. Bahkan menurutnya, adegan-adegan menyeramkan dalam film ini tidak terkoneksi dengan satu sama lainnya.

*Baca juga: Buatan Fans, Pria Australia Membuat Kostum Iron Man yang Mirip Dengan Aslinya

It tidak membangun tensi dan rasa tegang, melainkan hanya lompat dari adegan ke adegan menyeramkan lain tanpa koneksi yang terjalin. Adegan-adegan itu seakan hanya ditumpuk begitu saja, seperti mainan yang tercampur dengan mainan lain,” tulis Bahr.

Kendati demikian, perkataan kritikus hanyalah opsi penilaian, bukan suatu acuan untuk memutuskan menonton atau sebaliknya. Karena sejatinya, selera penonton itu berbeda-beda. Selain itu, film It sendiri masih bisa disaksikan hingga hari ini (19/09/17) dan mungkin masih bisa disaksikan besok, lusa, dan beberapa minggu lagi.

Facebook Comments
It Menurut Kritikus, Bahr: Naskah Agak Sedikit Berantakan
To Top

Subcribe KRITIKUS.id

Masukan alamat email kamu, apabila ingin mendapatkan berita film gratis dari kami. REFRESH untuk lanjut membaca